Pesan dari Rusun Marunda: Kawal agenda Rakyat Kecil

1

Risalah Bang Japar

by: Sahrin Hamid,SH (Panglima BangJapar)

“Perlu diketahui itu. Gak butuh ma sembako-sembako beginian Saya. Saya masih bisa cari makan. Pengangguran ini”.  inilah sepenggal teriakan Bang Hendrik, dengan kostum BangJapar, berambut pirang, penghuni Rusun Marunda di tengah-tengah penolakan pembagian sembako yang rencana dibagikan oleh Tim Sebelah untuk penghuni Rumah Susun Marunda. Video ini menjadi viral dan ditonton lebih dari setengah juta orang.

Hari ini, Sabtu 22 April 2017. Seluruh Keluarga BangJapar berkumpul di sore hari yang sejuk, di lapangan futsal di kelilingi gedung-gedung tinggi rumah susun, yang bergelantungan jemuran di antara jendela-jendela rusun itu. Di sinilah warga yang sebelumnya tinggal di muara baru, kini mendiami rusun dengan kewajiban membayar tiap bulan.

Apa yang disampaikan oleh Hendrik dalam video tersebut, sesungguhnya menjadi oase digurun pasir, terhadap spiritualitas, ideologi dan perjuangan nurani, yang sekaligus menjadi tamparan bagi penguasa yang masih berpikir bahwa rakyat di bawah, masih bisa dibodohi dan dibeli dengan sembako.

Sahrin Hamid,SH

Dari peristiwa Rusun Marunda ini, sesungguhnya ada pesan yang ingin disampaikan: Pertama, Bahwa Hendrik tidak sendiri, yang menganggur, tapi mampu bertahan untuk bisa makan. Ini juga menggambarkan bahwa lapangan Kerja memang tidak luas. Persaingan untuk mengisinya begitu berat. Sementara, menghuni Rusun harus bayar tiap bulan, Kebutuhan rumah tangga harus dibeli. Jalannya, adalah setiap rakyat harus diberi kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan hasil. Ini adalah tanggungjawab negara untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi rakyat. Kedua, bahwa kesadaran rakyat untuk menilai dan menjadikan hak menentukan pemimpin adalah sesuatu yang sakral dan menentukan. Sehingga hak tersebut tidaklah dapat dibeli atau ditukarkan dengan sembako apapun. Bahkan meninggalkan tempat tinggal atau keluar dari rusun itupun dilakukan,  sebagai resiko pilihan nurani.  Ketiga, bahwa kini rakyat telah bertransformasi menjadi kekuatan strategis yang siap menjadi palu godam bagi penguasa tirani yang semena-mena.

 

Dan, untuk pertama kalinya BangJapar menggelar acara yang melibatkan seluruh keluarga besar BangJapar dan memilih tempat di Rumah Susun Marunda Cilincing. Inipun tentunya penuh makna. Bahwa, BangJapar ingin memberi pesan kepada anggota dan juga kepada Gubernur terpilih. Bahwa BangJapar akan tetap konsen mengawal dan berperan aktif dalam agenda-agenda untuk Rakyat kecil yang selama ini terpinggirkan, terabaikan dan terlalaikan oleh Pemerintah.

 

Inilah tugas kesejarahan yang menjadi tanggungjawab BangJapar. Yakni menjamin terwujudnya maju kotanya, bahagia warganya.

SalamSatuHati ??

1 Comment
  1. Yusuf Efendy says

    BRaVo Bang Japar….salut..buat bang Hendrik..

Leave A Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat