MENUJU PARADIGMA BARU BANG JAPAR

0

 

Jakarta – Berikut tulisan dari Sekwil Jakarta Selatan Abang Marhasan.

MENUJU PARADIGMA BARU BANG JAPAR

“Alhamdulillah, kita menang…ya kita menang. Allahu Akbar..!!!” tak lama lelaki itupun sujud syukur melihat hasil Quick Count versi berbagai macam televise unggul mutlak 52.95%. Serentak Gema Takbir, Tahlil dan Tahmid berkumandang seantero Masjid, sore itu menunjukkan Pkl 15:45 WIB disebuah tempat wudhu Masjid dibilangan Jakarta Selatan. Euforia yang hingga kini sulit untuk dilupakan. Jadi bahan cerita untuk anak-anak kita kelak

*Apakah perjuangan sudah selesai ?*
Sebagian lain mungkin beranggapan “ ya, sudah selesai”. Target mereka cukup mengantarkan Gubernur Muslim menang pilkada, tidak lebih.

Hal tersebut bisa dimaklumi karena memang memenangkan gubernur Muslim adalah WAJIB ‘AIN HUKUMNYA.

Bagi mereka, “ GERBONG” sudah berhenti “DI STATSIUN” tujuan, setelah itu ? Wallahu a’lam bishowwab

Bang Japar sebagai elemen penting pengawal jalannya Pilkada DKI yang perjuangannya – Insya Allah – menjadi nilai ibadah memiliki tugas lain yang tak kalah mulia dengan sebelumnya : *MENGAWAL KEBIJAKAN GUBERNUR/WKL GUBERNUR TERPILIH*

Bang Japar TIDAK MAU cukup berhenti “ di Stasiun” kemenangan, lalu Euforia kemenangan membutakan Idealisme hati dan fikiran. Bang Japar TIDAK MAU memutus rantai perjuangan dan hanya dikenang sebagai ROMANTISME HISTORIS belaka.

Bang Japar TIDAK MAU dikenang sebagai Objek Antropologi Sejarah Perjuangan Demokrasi di DKI Jakarta, sehingga nama Bang Japar hanya muncul dalam Seminar dan Diskusi saja..TIDAK KAWAN…BANG JAPAR ADALAH BAGIAN DARI KEMENANGAN ITU SENDIRI

Bang Japar ingin berada didalam sejatinya hati rakyat miskin Jakarta, Bang Japar ingin berada di dalam sejatinya hati rakyat Jakarta yang tergusur., Bang Japar ingin berada dan berdiam selamanya disejati-sejatinya rakyat Jakarta yang menginginkan perubahan

*MENUJU PARADIGMA BARU*
Perubahan situasi saat ini sangat cepat terutama manuver-manuver politik , diskriminasi hukum dan penegakan hukum yg tebang pilih, menjadi tugas berat Bang Japar kedepan disamping tugas utama Bang Japar dalam berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban DKI Jakarta.

Perubahan dan tantangan berat ini harus dihadapi Bang Japar sebagai sebuah keniscayaan. Inilah konsekuensi “ LAHIR “ dizaman yang serba tak menentu, walaupun usia Bang Japar belum genap 6 bulan harus “dipaksa” menelan pahitnya panggung kemunafikan penguasa.

Re-Organisasi dan Re-Strukturisasi mutlak diperlukan sebagai upaya untuk menjaga marwah dan denyut Idealisme Bang Japar itu sendiri. Re-Organisasi dan Re-Strukturisasi bukan dimaksudkan untuk mengkerdilakan peran dan menghilangkan aspek romantisme historis tadi. Langkah itu juga bukan diartikan menafikan hasil perjuangan para anggota Bang Japar dipilkada yang lalu

Justru, dengan tantangan dan tugas berat kedepan, Bang Japar harus bisa tampil dengan Paradigma Baru yang mampu menjaga, mengawal dan mengimplementasikan Idealisme Bang Japar dalam kaitannya mengawal Program dan Kebijakan Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pembenahan Struktur Organiasi internal Bang Japar bisa saja diartikan sebagai landasan awal yang fundamental dalam gerak dan langkah Bang Japar.

Penerapan disiplin Organisasi sebagai implementasi hasil pembenahan struktur organisasi tersebut, menjadi sebuah keniscayaan sehingga setiap Anggota Bang Japar faham dan sadar akan tugas pokok dan fungsinya masing-masing

Ingatlah bahwa : *”Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dan kezhaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat tetapi karena diamnya orang-orang baik.”*

Siapkah kita dengan Paradigma Baru Bang Japar ?

*Wallahu ‘Alamu Bishowwab*

Sekretaris Komwil Jakarta Selatan/ Marhasan

Leave A Reply

Your email address will not be published.