Kami Manise dan Kami Bang Japar, SIAP!! ALLAHUAKBAR

0

Kami Manise dan Kami Bang Japar, SIAP!! ALLAHUAKBAR

Oleh : Musa Marasabessy/Komandan Wilayah Bang Japar Jakarta Timur.

Kata kawan : “Lho ente bukan Betawi?”. Logat ente beda, pake peci-pun tak bisa sembunyikan logat “aneh” ente”.

Ya, ane bukan Betawi, ane bukan Jawara, apalagi Pengacara tapi ane Bang Japar.

Dulu, ane sempat galau dan sempat bertanya pula : “Kenapa pula beta masuk Bang Japar, itu orang betawi punya gaya”

Terus terang, ane tak pernah minta Tuhan supaya berlogat Ambon dan tak pernah minta Tuhan bahwa ane bukan terlahir jadi Betawi. Tetapi Tuhan pasti punya rencana indah yg lain buat ane.

Cerita perhelatan Pilkada kemaren memang benar telah membuat “tembok pemisah” antara yang Haaq dan yang Bathil – paling tidak itu yang ditulis kawan ane dari Sekkomwil Bang Japar Jak-Sel lewat tulisan *Di Bawah Bendera Bang Japar*, jadi ane terinspirasi.

Nah, mulai dari situ ane yakin bhw persoalan pilkada DKI lalu, bukan melulu urusan Internal Betawi, bukan melulu urusan nomor urut calon. Ini soal Aqidah, Bung..!

Ane yakin bahwa Islam tercipta lintas suku, golongan dan bangsa. Islam sebagai agama universal tidak pernah memandang perbedaan suku, ras dan golongan. Semua berbaris dalam satu perintah : Allah SWT dan Rasul-Nya makanya ane turutin.

Ane tidak merasa asing dengan “ke-tersukuan” ane yang berbeda dengan kebanyakan anggota Bang Japar yang mayoritas pribumi asli alias Betawi. Ane pun tidak canggung berkomunikasi dengan “logat” asli ane.

Sebab, dalam hati yang paling dalam, ane yakin dan tetap haqqul yakin, bhw ane disatukan bukan karena beda logat, bukan karena beda suku tetapi ane di satukan karena Visi dan Misi yang sama, Penista Agama harus Tumbang…!!!

Kenapa? Bukan karena ia non pribumi atau non muslim, tetapi ia telah menista agama, kitab suci dan ulama yang selama ini ane junjung tinggi dan ikuti.

Ane, bukan Betawi

Tetapi Ukhuwwah Islamiyyah ini telah melebur dan mengalahkan segalanya.

Bahu membahu berjuang dgn kawan-kawan Bang Japar lainnya menambah Ghiroh dan semangat perjuangan ane. Kompak, senasib sepenanggungan dan tetap Istiqomah dalam perjuangan mampu menghapus butir butir lelah ane.

Alhamdulillah, yang Haaq menang. Tetapi bagi ane, kemenangan sesungguhnya secara pribadi salah satu indikatornya bukanlah hasil suara, tetapi kekompakan, ukhuwwah Islamiyyah dan perasaan senasib sepenanggungan-lah yang membuat kemenangan ini semakin paripurna.

Terus terang, selama di Bang Japar ane merasa bagaikan ditengah keluarga sendiri. Walaupun ane sering berbeda pendapat dengan kawan-kawan lainnya, yakinlah bahwa perbedaan itu sesungguhnya menambah kedewasaan berfikir kita, menambah wawasan kita sekaligus bisa berkarya untuk Ibukota DKI Jakarta yang maju kotanya bahagia warganya.

Aku Cinta Jakartaku,

Aku Cinta Bang Japarku, dan

Aku Sayang Indonesiaku…

Leave A Reply

Your email address will not be published.