Jangan Sombong, Takabur dan Ujub

0

Jangan Sombong, Takabur dan Ujub

Jakarta | bangjapar.id — Bismillah, alhamdulillah wa shalatu wa sallam ‘ala Rasulillah

1. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, dalam diri seseorang terdapat segumpal daging, jiika baik maka baik seluruh tubuh sedangkan jika buruk maka buruk seluruh tubuh.

2. Jika hati bersih dan sehat maka anggota tubuh akan menghindari perkara syubhat dan haram. Ketakwaan berbanding lurus dengan kebersihan hati.

3. Hati adalah raja dan anggota badan merupakan tentaranya (Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).

4. Al Qolbu Salim, hati terbebas dari berbagai penyakit dan ada rasa cinta, takut, khawatir hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

5. Allah tidak menyukai orang2 yang sombong, baik ucapan maupun perilakunya. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, tidak akan masuk surga orang yang memiliki sombong sebesar zarrah.

6. Sombong adalah :
a. Menolak kebenaran : kebenaran dianggap kebatilan (menolak tauhid), tidak menganggap kebenaran sebagai kebenaran, tidak menerima kebenaran walaupun dia mengakui kebenaran sebagai kebenaran.
b. Merendahkan orang lain, merupakan penyakit yang merusak.

Tidak ada orang yang bebas dari unsur sombong. Solusinya dengan terapi :
a. Mengenal dirinya sendiri : manusia diciptakan dari mani yang jijik dan berakhir menjadi bangkai yg jijik pula, kemana mana selalu membawa kotoran.

b. Mengenal Rabb : Allah memberikan nikmat penglihatan, pendengaran, ilmu, hidayah, dan maut.

7. Allah mencintai keindahan, sehingga seseorang dapat menunjukkan keindahan melalui penampilan yang rapi, bagus, bersih, dan menawan.

8. Takabur ada 2 :
a. Nama Allah Al Mutakabir, adalah zat yang memiliki perbuatan yang indah dan melebihi yang lain.
b. Takabur (pada makhluk), memaksakan diri untuk menjadi lebih unggul dibanding yang lain.

9. Ciri2 penghuni neraka adalah :
a. Orang keras tidak punya sopan santun (ngotot dalam berdebat). Biasanya sering mencaci maki.
b. Rakus sehingga obesitas dan sombong gaya berjalannya. (acuh tak acuh terhadap ilmu agama)
c. *Mustakbir/sombong.

10. Hati2 lah dengan sombong, bisa menimpa siapa saja orang alim, orang miskin, dan orang kaya.

11. Ujub, bangga dengan diri sendiri dan amalnya.
Kebinasaan ada 2 macam yaitu putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala dan ujub.

12. Dari Abu Bakrah radhiyallāhu ‘anhu, bahwasanya seseorang pernah disebut di depan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu seseorang memuji baik kepadanya, maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

وَيَحْكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ

“ Celaka kamu! Kamu telah memotong leher temanmu.”

Beliau mengucapkannya berulang-ulang kali,

إِنْ كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا لَا مُحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ كَذَا وَ كَذَا إِنْ كَانَ يَرَى أَنَّهُ كَذلِكَ وَ اللهُ حَسِيْبُهُ وَلَا يُزَكِّيْ عَلَى اللهِ أَحَدًا

“ Jika seorang dari kalian mau tidak mau harus memuji, maka sebaiknya dia berkata, ‘Saya kira begini dan begini.’ Jika terlihat bahwasanya dia demikian, cukuplah Allah yang menghisabnya, dan tidaklah dia mengakui seseorang suci di hadapan Allah’”[2]

13. Rasa ingin ditokohkan/didepan merupakan sebab orang ujub. Jika ujub ada pada seseorang maka Allah akan hinakan dia kelak di hari kiamat.

14. Pujian yang tidak sesuai dengan kenyataan hakekatnya adalah ejekan.

?Faidah Kajian Kitab Al Kaba’ir
?Ustadz Aris Munandar hafizhahullah

Jakarta, 3 Robiiulawal 1439H

SZ/MC-PP/22-11-2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.