ESEMKA KUTUNGGU WULING YANG DATANG

0

Jakarta | bangjapar.id

*”ESEMKA KUTUNGGU WULING YANG DATANG”*

Janji memang tak semanis kenyataannya dan kebanyakan orang lupa apa yang dijanjikan tapi bagi yang dijanjikan sulit untuk melupakan bahkan seperti hutang akan terus selalu ingat dan akan ditagih untuk pertanggung jawabannya.

Ditengah lesunya perekonomian yang berdampak lemahnya daya beli masyarakat banyak cara produsen mensiasati program bisnis yang akan dilakukan, begitu juga industri otomotif sasaran pasarnya berubah kearah pasar bawah (Low End), untuk mengikuti kemampuan pasar yang bergerak kebawah juga.

Segmentasi pasar tersebut memang sudah cenderung diprediksi sejalan melambatnya perekonomian global sehingga pemerintah merujuk kebijaksanaan pengadaan mobil mobil murah Tipe Low Cost Green Car ( LCGC) atau pernah ada istilah Very Low Cost Vehicle Programmed (VLCVP) dimana saat pemerintah berjuang melawan kemacetan terutama di Ibukota dan kota-kota besar serasa program ini tidak selaras dengan kebijaksanaan pemerintah tersebut dan coba dibayangkan berapa juta unit lagi yang akan memenuhi padatnya jalan yang memang sudah padat. Atau ini hanyalah fenomena keberpihakan penguasa untuk melindungi satu industri dan produsen tanpa memperhatikan lagi sisi lainnya seperti pencemaran udara yang sudah diatas ambang batas seperti berita pagi hari ini mengenai polusi udara di Jakarta.

Solusi mobil Nasional sepertinya tinggal kenangan karena tahta tertinggi sudah diraih dan untuk apa lagi turun ke gorong gorong kalau kuasa eksekutif sudah disandang. Miris sekali bangsa besar hanya dijadikan objek pasar , bagai pungguk merindukan bulan, lain yang dinanti lain yang tiba, Esemka kutunggu WULING yang datang demikian obrolan penulis dengan Radjo Indo Soetan sambil menyeruput kopi disebuah warung kopi, dan memang kopi lebih manis dari janji Pemburu tahta tutur beliau mengakhiri obrolan.

Jakarta, 12 Muharram 1439H
SZ/MC/PWJP/02-10-2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.