Doa Rakyat Pinggiran Untuk Bangsanya

0

Doa Rakyat Pinggiran Untuk Bangsanya

Oleh As Syech Muazhim Al Anwary Al Bantany Azhmatkhon

Jakarta | bangjapar.id — Kedua tangan gemetar terangkat keatas, Menengadah dengan penuh khusyu dan derai air mata.

Wahai Tuhan Langit dan Bumi! Kami telah di taqdirkan menjadi warga bangsa Indonesia, Apakah Bangsa dan Negara kami akan tetap seperti ini selamanya, jalan ditempatkah, makin majukah atau makin hancur Yaa Tuhan?

Wahai Tuhan! Engkau jadikan bumi Indonesia subur dan makmur, tetapi kesuburan dan kemakmuran negara ini selalu salah urus dan salah arah yang pada akhirnya justeru mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi warganya.

Wahai Tuhan! Kesuburan dan kemakmuran bangsa kami ini ternyata hanya dinikmati oleh segelintir dan segelintir kelompok orang tertentu yang memiliki kekuasaan dan kesempatan.

Wahai Tuhan! Dari sekian juta penduduk bumi Indonesia ini, Apakah tidak akan ada Presiden yang jujur, sholeh dan berani? Apakah tidak akan ada Wakil Presiden yang jujur, sholeh dan berani? Apakah tidak akan ada Menteri Menteri yang jujur, sholeh dan berani? Apakah tidak akan ada Gubernur yang jujur, sholeh dan berani? Apakah tidak akan ada Bupati dan Walikota yang jujur, sholeh dan berani? Apakah tidak akan ada Anggota DPR, DPRD Tingkat 1 dan DPRD Tingkat 2 yang jujur, sholeh dan berani? Apakah tidak akan ada Jenderal TNI dan Jenderal Polisi yang jujur, sholeh dan berani? Apakah tidak akan ada pengusaha yang jujur, sholeh dan berani?

Wahai Tuhan! Apakah bangsa ini sengaja untuk dihancurkan dan dibinasakan agar setelah hancur dan binasa mereka baru sadar dan menginsyafinya?

Wahai Tuhan! Kami Rakyat Pinggiran yang selalu melihat dan menyaksikan sawah dan ladang digerus habis menjadi gedung dan bangunan, gunung gunung dipangkas dan dikeruk, laut diurug dan dirusak, hutan dan perkebunan dilibas menjadi Vila , danau dan sungai diurug menjadi Pabrik dan Industri, seluruh daratan dan lautan dimiliki dan dikuasai oleh mereka.

Wahai Tuhan! Apakah kami sebagai Pribumi selamanya akan jadi penonton dan menjadi budak di negeri kami sendiri?

Wahai Tuhan! Kapan keadilan akan bisa tegak? Kapan hukum akan berpihak kerakyat? Kapan harga harga akan turun dan murah? Kapan lapangan kerja akan tersedia dengan leluasa?

Wahai Tuhan! Kapan korupsi akan sirna? Kapan kebohongan dan kemunafikan akan lenyap? Kapan kepura puraan akan sirna? Kapan penghianatan akan lenyap dan binasa?

Oooh Tuhan! Kami rakyat Pinggiran dan terpinggirkan.

Wahai Tuhan! Apakah bangsa ini akan segera di binasakan? apakah bangsa ini akan segera dilenyapkan? Apakah bangsa ini akan segera diporakporandakan?

Wahai Tuhan! Beri kami kesempatan untuk memperbaiki bangsa dan negara ini.
Beri kami kemampuan untuk memperbaiki bangsa dan negara ini.

Wahai Tuhan semesta Alam!!! Akhir dari semua ini kami menyerah kepadamu dan menyerahkan sepenuhnya bangsa ini kepadaMu.

Jakarta, 9 Safar 1439H
SZ/MC-PP/29-10-2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.