BUKAN RAGA YANG TAK BERDAYA NAMUN JIWA YANG PORAK PORANDA

0

BUKAN RAGA YANG TAK BERDAYA NAMUN JIWA YANG PORAK PORANDA

Jakarta | bangjapar.id — Renungan dan Hikmah
Assalamualaikum.

Sahabat..
Pernahkah Anda melihat orang yang tinggal di samping masjid, setiap hari lima kali mendengar azan, menyaksikan orang lain sholat berjamaah, sehat jasmani dan ruhani, namun tidak mampu berangkat ke masjid? Pernahkah Anda melihat seorang yang berbadan kekar, kuat mengangkat berkilo-kilo beban, namun tak sanggup mengangkat sebutir paku atau duri di jalanan? Seringkah Anda menjumpai para pemuda berbadan gagah, sehat anggota badan, lincah naik turun bus dan angkot, namun tak malu-malu menengadahkan tangan kekarnya mengemis kepada ibu-ibu dan kaum wanita? Subhanallah, dimanakah keperkasaan mereka! Kenapa tak berdaya saat panggilan iman menyeru sanubarinya?

Sahabat yang dirahmati Alloh Ta’ala… tak mampu berbuat padahal raga sehat dan kuat. Tak sanggup berderma, padahal harta melimpah di mana-mana. Tak termotivasi dengan surga, padahal kenikmatannya abadi dan tak terkira. Itulah pertanda jiwa yang porak-poranda. Ya, jiwa yang redup dari cahaya mujahadah/kesungguhan. Jiwa yang ingin “merdeka” dan berleha-leha dari beban syariat padahal manusia diciptakan untuk berlelah-lelah di jalan-Nya. Itulah fenomena yang banyak terjadi saat ini.

Sahabat yang dirahmati Alloh Ta’ala…
Mujahadah, ya, mujahadah atau bersungguh-sungguh mengerahkan daya dan upaya dalam menempuh kehidupan adalah sifat yang hari ini semakin pudar di kehidupan kita.

Mujahadah Adalah Bukti Kuatnya Keimanan

Iman yang benar akan menuntut seseorang bersungguh-sungguh dalam kehidupan ini. Ia tidak sekedar beramal, namun beramal dengan maksimal dan optimal. Semakin tinggi tingkat mujahadah, semakin besar pula keseriusan beramal dalam diri seseorang. Mukmin yang sanggup berperang melawan musuh-musuh Alloh Ta’ala,, adalah mereka yang sanggup melawan dan menaklukkan musuh-musuh dalam dirinya.

Oleh karena itu, jangan dulu kalah dengan keadaan. Hindari mundur sebelum bertempur. Buanglah keraguan melangkah karena bisikan hati yang takut salah. Bahkan jangan takut mencoba karena khawatir nantinya tidak bisa.

Ayo teruslah maju dalam bermujahadah! Teruslah berpacu meskipun lelah. Jangan bimbang, surga dan kenikmatannya telah disiapkan untuk para mujahid fi sabilillah. Wallahu ‘alam bishawab.

Shollu alan nabi.

Irfan Surachman ( Ketua Bidang Keagamaan BANG JAPAR INDONESIA)

Jakarta, 6 Robiul Akhir 1439H
IS/PP-BA/24-12-2017©

Leave A Reply

Your email address will not be published.